Karya Siswa; Melanggar Janji

Tanggal 14 September lalu, kakakku ulang tahun. Dia sangat senang. Ibu dan ayahku pun membelikannya hadiah. Hadiah itu berupa Samsung J7 Prime. Dia diberi hadiah itu karena hpnya yang lama sudah rusak. Namun untuk mendapatkan hp itu, kakakku harus menanda tangani sebuah perjanjian. Salah satu isi dari perjanjian itu adalah harus mematikan handphone jam 20.30 WIB.

Beberapa bulan kemudian, kakakku mulai kecanduan main handphone. Aku sangat sedih karena berbulan-biulan yang lalu, aku sering bermain bersamanya. Dia mulai sering menggunakan bahasa kotor di WhatsApp. Lalu dia juga menchatt orang yang bukan mukhrim. Berulang kali dia melanggar peraturan. Satu dua kali dia melanggar, ibuku belum terlalu marah karena paling hanya beberapa menit terlewat. Hari terus berlalu, bulan pun terus berlalu hingga tepat di bulan Oktober, dia mengikuti ulangan. Dia mulai mendapatkan nilai yang rendah.

Saat aku melihat kontak WA-nya, disana tertulis “Terakhir dilihat jam 01.00 WIB.”

Aku shock “Kok jam segini,” ujarku dalam hati. Kebetulan disebelahku ada ibuku, dan aku pun langsung bilang ke ibuku,

“Bu, ini kok jam segini, ini jam 1 malam kan?,” tanyaku.

“Iya ini jam 1 malam. Kok masih melihat hp?,” ujar ibuku.

Lalu ibuku pun berkata, “Iya sudahlah, nanti Ibu hukum.”

Malam harinya, ibuku memanggil kakakku,
“Kak, kamu merasa membuat kesalahan nggak?”

Kakakku menjawab, “Enggak.”

Ibuku pun dengan lembut berkata, “Kakak udah melanggar janji loh.”

Kakakku bertanya dengan nada agak marah, “Janji apa?”

Ibuku menjawab, “Kamu lihat handphone malam-malam ya?”

“Hah, enggak kok,” kata kakakku.

“Kok ibu lihat di kontak WA terakhir dilihat jam 1 malam?,” kakakku terdiam. Lalu ibuku pun berkata,

“Kamu ibu hukum karena sudah melanggar janji. Hukumannya nggak boleh main hp selama 1 hari!.” Kakakku pun kecewa. Keesokan paginya dia juga tidak mau makan, marah-marah, ngeyel dan ngeselin.

Ibuku justru menanggapinya dengan santai,
“Kamu kalo marah-marah, Ibu tambah loh hukumannya,” kakakku pun diam.

Malamnya, aku juga ngechatt sama salah satu temannya. Katanya dia itu cuma mau melihat korea karena K-popers. Dalam hati aku pun berkata harusnya enggak mungkin orang kalau kita nggak buka WA berhari-hari, tapi buka aplikasi yang lain itu tetap yang di WA sama kalau dilihat terakhir Jumat kita ngga online sampai Rabu, juga tertulis tetap Jumat, meskipun tetap membuka aplikasi lain. Jadi sebenarnya kakakku tetap membuka WA.

Pesan:
Kalau kalian membuat janji janganlah dilanggar karena itu menyebalkan.

Contoh:
Kalau kalian janjian main di mall bareng teman, eh dia malah nggak dateng kesel ngga sih? Nah makanya, kalian jangan melanggar janji karena melanggar janji itu tidak baik dan lama-lama kalian jika melanggar janji akan tidak dipercaya lagi seperti kita berbohong. Nah makanya, kalau kalian tidak bisa menepati janji, janganlah membuat janji.

 

 

 

Melanggar Janji
Oleh: Hannania Mumtaz. F

Kelas V Sd Muh Purwosatu Yogya

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read previous post:
Anak Normal Yang Berkebutuhan Khusus

Seorang ibu mengeluh pada saya, jika anaknya susah sekali diatur. Bahkan apapun harus dilayani. Beliau pernah membaca tulisan saya tentang

Close