Satu Guru Agama di Kota Yogya Pensiun

SIti Hajir, S.Ag
Siti Hajir, S.Ag, 14 Tahun Mengabdi di SD Muh. Purwodiningratan 1 Yogyakarta

Guru yang paling berharga adalah pengalaman kita pribadi. Meskipun demikian pengalaman orang lain apakah tidak? Coba kita renungkan, adakan waktu untuk memahami. Bahwa pengalaman orang lain juga bisa berharga untuk kita. Seorang guru dengan pengalaman puluhan tahun, mendalami ilmu mengajar, mengetahui teknik-teknik mendidik. Dia adalah Siti Hajir seorang wanita yang memilih hidupnya untuk membaktikan diri didunia pendidikan sekolah dasar mempunyai pelajaran-pelajaran berharga bagi yang mau menimba ilmu lebih baik lagi. Pada kesempatan ini redaksi PurwoNews menggali informasi-informasi yang kadang tak tersentuh bahkan terabaiakan. Biasanya akan terasa apabila apa yang kita punya sudah tidak ada. Alhamdulillah kami berhasil meliputnya, lebih kurang sebagai berikut yang bisa kami paparkan;

Wawancara Eksklusif;  Bu Hajir Guru Agama Akan Purna Tugas.

PURWONEWS. Rabu 26 Oktober 2016.

Sejak kapan bu Hajir Mengajar Agama

Mulai 1 Agustus 2002, sampai besok,  5 hari lagi pensiun; 1 November 2016. Sebelum di Purwo saya mengajar di SD Sungai Sapih No 10 Kecamatan Kuranji Padang, sebelumya juga pernah di SD No 1 Sikabu Lubuk Alung Padang Periaman.

Rasanya menjadi guru agama ?

Sudah profesinya yaa enak saja. Merasa senang anak dapet ilmu dunia dan akhirat, yang penting iklash. Dijalani dengan iklash dengan segala senang hati.

Pengalaman paling berkesan di purwo?

Anak-anak dilatih untuk bisa mendapat nilai, anak jadi pinter terasa senang dihati. Senang seumur hidup.

Sulitnya Mengajar?

Sulitnya melatih anak pinter baca Al Quran itu untuk bisa itu agak susah. Karena kita tidak fokus untuk Al Quran ada kewajiban untuk mengajar Al Islam, jadi butuh waktu yang banyak agar anak bisa Al Quran.

Anak yang susah diajari?

Anak yang susah diajar itu anak yang berkemauannya kurang. Anak-anak yang ingin/kuat belajar itu gampang belajarnya.

Bagaiman memotivasi anak agar belajar?

Motivasi anak agar bisa baca alquran itu dibincangkan juga ke kepada orang tua. Orang tua bisa mengajarkan juga di rumah, memberi suport ke anaknya. Menghafal Juz Amma beberapa ayat. Memberi dan tepati janji orang tuannya kalau anak bisa mencapai target, supaya semangat, beri  pujian/imbalan tapi jangan berlebih.

Teknik khusus agar anak cepat belajar. Anak disuruh membaca berulang-ulang asal tempatnya suci. Dari jilid satu maupun yang telah jilid 6. Mau tidur baca, pagi setelah sholat subuh juga baca. Di baca berulang-ulang, insyaAllah anak bisa.

Anak lulus dari purwo itu bisa hafal/bisa apa?

Mayoritas juaz ama, bisa baca Al quran, hafal Juz 30 seminimal-minimalnya 13 surat. Hafal bacaan sholat dan mengamalkannya. Pernah ada anak yang saya uji tidak hafal Tahhiyat, sampai anak nangsispun ibu tidak luluskan.

Perbedaan mengajar anak dulu dan sekarang ?

Kalau anak dulu mudah mengajarnya, dan semangatnya lebih tinggi ketimbang mengajar anak jaman sekarang. Karena anak-anak dulu lebih menghormati bu gurunya, sekarang tidak terlalu menghormati. Anak semangatnya tidak begitu tinggi dan rasa segan dengan guru kurang. Mugkin pengaruh teknologi sekaranag atau tayangan televisi.

Dulu pamit kalau ada keperluan. Sungkan jalan didepan guru. Sekarang hanya lewat, lari berani saja.

Sopan santun anak dulu dan sekarang jauh berbeda.

Jadi anak-anak itu khusus untuk akhlak sebaiknya ada didalam kurikulum itu khusus pelajaran aklhak. Di buku AL Islam terbitan Muhammadiyah masih 1 buku belum dipisah, padahal penting. Sebaiknya Aklhak berdiri sendiri. Jadi bangsa kita, harusnya, buat buku Aklhak tersendiri. Dan dibuat diklat-diklat  untuk peserta didik.

Pemerintah juga membatasi tayangan yang merusak aklhlak di televisi. Pemerintah ikut andil.

Pesan-pesan untuk guru yang masih mengajar?

Terus berjuang mempertahankan misi-misi Muhammadiyah. Iklash. Hidupkanlah Muhammadiyah itu, tabah, banyak kesabaran dalam mendidik anak-anak. Jangan pernah semangatnya luntur.

SIti Hajir, S.Ag

Comments

comments

2 tanggapan untuk “Satu Guru Agama di Kota Yogya Pensiun

  • 1 November 2016 pada 7:35 am
    Permalink

    Kami ucapkan terima kasih yang tak terhingga kpd Ibu Siti Hajir, S.Ag atas jasa2 beliau mencerdaskan anak2 kami di bidang agama Islam. Teiring do’a smg beliau sll diberi kesehatan & perlindungan Allah SWT. Semoga amal ibadah & jasa2 beliau mndpt pahala melimpah dr Allah SWT. Aamiin yaa rabbal’aalamiin.

    Balas
    • 2 Juli 2017 pada 7:35 am
      Permalink

      Terima kasih untuk semua penghargaan dan doanya. Salam kangen dan hangat dari Bu hajir. Smoga kita smua slalu sehat, panjang umur, dan barakallah…

      Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read previous post:
3 Terbaik & 10 Terpilih Lomba Mewarnai Suara Muhammadiyah Expo 2016

SLEMAN, Suara Muhammadiyah,- TK ABA Perumnas Condongcatur  (Congcat) dinobatkan sebagai pemenang dalam lomba mewarnai tingkat TK se-DIY dalam  Muhammadiyah Expo

Close